Cara Tanam Cabe Secara Hidroponik

Cara Tanam Cabe Secara Hidroponik

Berkebun secara hidroponik menjadi di antara pilihan utama di zaman kini ini. Metode berkebun yang memakai air sebagai media tanam guna menggantikan tanah, menjadikannya mempunyai nilai lebih dikomparasikan metode tradisional. Air yang dipakai sebagai media tanam, menjadi teknik untuk mengatasi kelemahan lahan yang mulai dirasakan oleh petani dan masyarakat pada umumnya.

Dengan memakai media tanam air, pasti segala jenis perawatan dan keperluan dari tumbuhan dapat dikontrol dengan mudah. Begitu pula pada penanaman cabe dengan hidroponik.

Langkah tahapan Cara Menanam Cabe Hidroponik

Cara menempatkan cabe hidroponik dapat dilaksanakan dengan mengerjakan langkah-langkah di bawah ini. Perhatikan dan ayo kita pelajari bersama.

Pemilihan bibit

Terdapat tidak sedikit jenis cabe yang bisa dijadikan indukan bibit. Namun tidak boleh memilih bibit tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. Hal-hal yang mesti dipertimbangkan dalam pemilihan bibit antara lain ialah kualitas bibit, kecocokan bibit dengan tempat budidaya, dan pasti saja nilai ekonominya. Pilihlah kualitas bibit yang unggul disaksikan dari ukuran indukannya yang besar serta tampilan fisiknya yang sehat. Bibit yang unggul pun ditandai dengan indukannya yang terbebas dari hama dan penyakit. Pilihlah bibit yang unggul untuk mengawali budidaya cabe hidroponik. Setelah itu, pilihlah bibit yang sesuai dibudidayakan di lingkungan anda. Misalkan lingkungan kamu cukup kering, maka pilihlah bibit cabe yang sangat tahan pada iklim terik dan kering. Dan kerjakan sebaliknya andai kondisi lingkungan kamu lembab. Selanjutnya, sebab jenis cabe ada sejumlah macam pilihlah bibit cabe yang nilai ekonominya sangat tinggi. Sehingga hasil budidaya cabe mempunyai pasar yang jelas dan bisa menghasilkan deviden yang dapat dialami oleh petani juga.

Persemaian

Sebelum bibit cabe yang sudah dipilih bisa ditanam secara hidroponik, mesti dilaksanakan persemaian terlebih dahulu. Penyemaian dibuka dengan menjemur bibit cabe sekitar tiga hari dan lantas merendamnya dalam air hangat sekitar satu hari satu malam. Setelah lewat masa perendaman maka pilihlah embrio yang mengendap ke dalam dan buang embrio yang mengapung. Benih yang mengendap itu kemudian ditabung dalam kain basah dan mesti ditabung selama satu malam lagi. Sambil menunggu, petani bisa menyiapkan media persemaian. Media persemaian dapat dipakai tanah yang sudah digemburkan dan tercipta dari gabungan tanah serta pupuk kandang. Perbandingannya ialah 1 : 1. Jika sudah, embrio siap disemai dengan memasukkannya satu per satu dan ditutupi dengan tanah yang sama laksana sebelumnya. Berikan perawatan persemaian sampai daun hadir sempurna sejumlah empat buah. Setelahnya baru embrio cabe dapat dialihkan ke media tanam.

Persiapan media tanam

Media tanam cabe dengan cara hidroponik ialah campuran dari sekam dan sabuk kelapa. Perbandingannya sebesar 1 : 1. Karena memakai metode hidroponik dengan teknik termudah yakni sistem wick, maka media tanam ini diletakkan pada botol plastik unsur atas yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Bagian atas terssebut lantas dimasukkan ke dalam unsur bawah botol yang telah dipenuhi larutan nutrisi. Selain tersebut karena memakai sistem wick, maka mesti disiapkan sumbu yang tercipta dari kain flannel untuk menyalurkan larutan nutrisi ke tanaman.

Persiapan larutan nutrisi

Seperti telah diterangkan sebelumnya, air yang dipakai pada cara hidroponik ialah larutan nutrisi. Contohnya ialah larutan AB Mix. Melalui larutan inilah keperluan nutrisi tumbuhan yang seringkali didapatkan dari tanah, diserahkan kepada tumbuhan cabe hidroponik.

Penanaman

Bibit yang ditanam ialah benih yang sudah melewati persemaian sebelumnya. Masukkan bibit yang sudah disemai ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Setelah tertanam dengan baik, maka perlu diguyur secukupnya memakai air. Setelah satu minggu, barulah tumbuhan cabe dapat ditaruh di lokasi yang terpapar sinar matahari.

Perawatan

Bentuk perawatan yang sangat penting untuk dilaksanakan pada cara hidroponik ialah dengan mengerjakan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan dilaksanakan untuk meyakinkan tumbuhan tidak kehabisan larutan nutrisi. Jika larutan nutrisi sudah nyaris habis, mesti segera ditambahkan dan tidak boleh sampai tumbuhan cabe kekeringan. Selain tersebut upaya perawatan dapat dilaksanakan dengan menangkal hama dan penyakit. Mencegah hama dan penyakit dapat dilaksanakan dengan pemangkasan bagian-bagian tumbuhan cabe yang mengindikasikan tanda-tanda infeksi. Sumber : www.faunadanflora.com