Dosen Tamu Sebagai Jembatan Akademisi dan Praktisi

Dosen Tamu Sebagai Jembatan Akademisi dan Praktisi – Pada era revolusi industri terjadi ketika ini dibutuhkan sumberdaya insan tidak melulu memiliki keterampilan akademik baik. Kemampuan non akademik, softskill, dalam menghadapi perubahan pun mutlak diperlukan.

Merespon urusan ini, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) melangsungkan Guest Lecturer Series (12/10/2018) di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Mengangkat tema “Public Speaking dan Teknik Presentasi, serta Optimalisasi Digital Marketing”, dosen tamu kali ini menghadirkan Riko Anggara, News Anchor & Executive Producer Kompas TV, Arum K. Prasodjo dari PT Hutchinson 3 Indonesia dan Raden Rauf, selebgram sekaligus Business Consultant PT United Tractors.

Riko menyerahkan tips berhasil bicara di depan orang banyak. Menurutnya tips kesatu ialah paripurna. Persiapkan segalanya sebaik mungkin, seratus persen.

Visual, vokal dan verbal

“Jangan tampil bila kalian tidak terdapat kesiapan. Cause if you fail to plan, you plan to fail. Kedua, bangun percaya diri melewati konten, yakni dengan merangkai materi cocok dengan keperluan audience, apa untungnya bikin mereka,” ujar Riko seperti dikutip dari laman sah IPB.

Ada tiga komponen urgen dalam komunikasi yakni visual, vokal dan verbal. Ketiganya mesti berlangsung beriringan. Jika dalam proses itu terjadi gangguan, maka audience ingin lebih percaya terhadap visual.

“Kalau saya bilang, saya senang hari ini, namun dengan ekspresi muka datar, kalian percaya gak? Gak percaya kan. Karenanya, guna membangun keyakinan diri dalam komunikasi tidak lumayan hanya visual dengan bicara, tapi pun verbal lewat gesture tubuh, eye contact dan ekspresi wajah,” tambahnya.

Dan guna menjadi ahli, dibutuhkan tidak sedikit membaca guna mendapatkan referensi sebanyak barangkali serta pelajaran yang terus menerus. Ingat teori 10.000 jam, bahwa guna menjadi berhasil dan ahli, anda harus melalui 10.000 jam praktik dan latihan.

“Mudahnya, kerjakan dan praktikkan semua tersebut di kehidupan sehari hari,” ujarnya..

Sementara itu, dalam paparannya Arum menuliskan bahwa menurut data, dari 33 juta pemakai mobile phone, ada 80 persen pemakai berada pada umur generasi milenial, yakni 15-25 tahun.

Jembatan akademisi dan praktisi

Dari 295,1 juta warga Indonesia, 88,1 juta orang adalahpemakai internet dan 79 jutanya aktif di sosial media. Penggunaan gadget di Indonesia juga lumayan tinggi yakni 43 persen masyarakat memakai smartphone.

“Oleh sebab itu, ada sejumlah cara guna mengoptimalkan brand anda di dunia serba digital ini. Diantaranya ialah how brand and product reference dan how brand and product conversation,” imbuhnya.

Raden Rauf sebagai selebgram menuliskan bahwa generasi milenial ini mempunyai potensi spektakuler untuk menjadi influencer. “Kita dapat jadi siapapun di sosial media, tetapi kita pun harus didukung dengan konten-konten menarik,” ujar Raden Rauf.

Ia menambahkan ada sejumlah cara menjaga image sebagai selebgram, di antaranya membina konten unik dan konsisten dalam makna paham positioning dan targeting.

Berdasarkan keterangan dari www.sekolahan.co.id Lindawati Kartika Koordinator Kemahasiswaan Departemen Manajemen FEM IPB, Guest Lecturer Management Series ini adalahprogram menjembatani akademisi dan praktisi.

Kegiatan ini bertujuan supaya mahasiswa dapat mendapatkan sekian banyak softskill dibutuhkan dari praktisi yang dihadirkan.

baca juga: Inilah 5 Manfaat Menggunakan Lipstik