Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Perbedaan Mendasar antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Perbedaan antara arabika dan robusta bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

  1. Arabika lebih populer dahulu dari robusta.
  2. Coffea arabica dan Coffea canephora.
  3. Penanaman robusta lebih mudah.
  4. Robusta lebih tahan hama.
  5. Ukuran biji kopi arabika lebih besar.
  6. Aroma dan cita rasa arabika lebih kaya.
  7. Kandungan kafein robusta dua kali lebih banyak.
  8. Robusta lebih cocok dipadukan dengan susu.
  9. Harga robusta lebih murah.

Ada dua jenis kopi yang sudah sering didengar oleh orang awam, yaitu kopi robusta dan kopi arabika. Tahukah Anda apa perbedaan mendasar di antara keduanya?

Kebanyakan orang bilang, robusta itu lebih pahit daripada arabika yang cenderung lebih asam. Ya, itu memang salah satu dari sekian banyak perbedaan di antara keduanya. Masih ada beberapa perbedaan lagi yang mungkin belum semua orang mengetahuinya.

Untuk itu, kami sajikan beberapa informasi yang berkaitan dengan apa saja perbedaan kopi arabika dan robusta. Semoga bisa menambah wawasan Anda agar tidak hanya menyesapnya saja, tapi juga mengenali karakter jenis kopi yang Anda minum. Simak sampai habis ulasan berikut ini.

 

Asal Usul Kopi Arabika dan Robusta

Hampir semua literatur mengatakan bahwa tanaman kopi arabika pertama kali ditemukan di Ethiopia. Kemudian, kopi dipopulerkan menjadi minuman dan disebarkan ke penjuru dunia oleh orang-orang Arab.

Orang-orang Eropa mulai mengenal kopi sekitar abad ke-16 melalui pelabuhan Mocha di Yaman. Mereka mencoba membudidayakan di negerinya sendiri tapi sering kali gagal karena tanaman kopi tidak bisa tumbuh baik di sana. Beberapa negara di Eropa lantas membawa tanaman ini ke daerah lain, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan tanah koloni atau jajahannya.

Sementara asal usul kopi robusta bisa menjadi minuman yang populer tidak lepas dari peran Indonesia. Pada awal abad ke-20, Belanda membawa tanaman asli Afrika ini secara besar-besaran ke Indonesia untuk dibudidayakan.

Pembudidayaan kopi robusta oleh Belanda ini adalah untuk menggantikan arabika yang terserang wabah karat daun atau Hemileia vastatrix. Tanaman arabika sangat rapuh terhadap hama ini, sedangkan robusta memiliki daya tahan yang lebih kuat. Pada saat itu, Indonesia pun sempat menjadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

 

Klasifikasi Ilmiah

Baik arabika maupun robusta, keduanya termasuk dalam tanaman bersuku Rubiaceae dengan marga Coffea. Berdasarkan jenis atau spesiesnya, kopi arabika memiliki nama ilmiah Coffea arabica, sedangkan robusta bernama Coffea canephora.

 

Anda pasti bertanya-tanya, kenapa Coffea canephora bisa disebut dengan robusta. Istilah tersebut kiranya telah melekat dan biasa digunakan oleh orang-orang untuk pembudidayaan dengan tujuan komersil.

Sebenarnya, pengertian kopi robusta adalah salah satu varietas asli Coffea canephora, yaitu Coffea canephora var. Robusta. Namun, karena orang-orang lebih sering dan biasa menyebut robusta, maka nama ini yang digunakan untuk menyebut spesies tersebut.

 

Lingkungan Penanaman

Tanaman Coffea arabica dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.000-2.000 meter dari permukaan laut. Tanaman ini sebenarnya masih bisa tumbuh pada dataran rendah. Namun, pertumbuhannya tidak akan optimal, sehingga hasil panennya akan buruk.

Tanaman arabika membutuhkan curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun. Rata-rata suhu udara yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman ini berada pada kisaran 15-25 °C.

Sementara tanaman Coffea canephora dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-900. Ketinggian tanah yang paling ideal adalah 400-800 meter dari permukaan laut. Suhu rata-rata yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya adalah sekitar 24-30 °C dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun.

 

 

4. Tanaman Robusta Lebih Tahan terhadap Hama

Tanaman pasti tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Wabah yang menyerang akan berpengaruh terhadap kopi yang dihasilkan. Tanaman kopi arabika memiliki ketahanan yang lemah, sedangkan tanaman kopi robusta memiliki keunggulan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit.

Selain itu, tanaman robusta lebih mudah dalam segi perawatan dan pemanenannya. Buah arabika mudah rontok dari tangkainya saat matang sehingga perlu pemanenan yang hati-hati sebelum buahnya rontok. Sementara robusta, buah yang telah matang tetap menempel kuat di tangkainya, tidak rontok seperti arabika.

5. Perbandingan Ukuran Biji Kopi

Salah satu perbedaan biji kopi arabika dan robusta bisa dilihat dari segi ukuran dan bentuknya. Biji kopi arabika lebih besar dibanding robusta. Bentuk biji robusta cenderung membulat, sementara biji arabika berbentuk lonjong.

 

6. Aroma dan Cita Rasa Arabika yang Lebih Kaya

Jenis kopi arabika adalah lebih diminati karena aroma dan cita rasanya yang unik. Ciri khas kopi arabika adalah rasanya yang asam dan warna seduhan yang tidak terlalu pekat. Oleh karena keunikan inilah maka jenis ini lebih sering dikembangkan sehingga muncul beberapa varietas baru darinya.

Varietas-varietas baru hasil pembudidayaan arabika memiliki rasa yang berbeda-beda di setiap daerah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberagaman rasa ini. Faktor yang paling menentukan adalah keadaan cuaca, tanah, iklim, serta hasil kawin silangnya.

 

Sementara kopi robusta cenderung memiliki rasa yang menyerupai kacang-kacangan, kasar, dan lebih pahit dibandingkan dengan arabika. Jenis ini kurang populer untuk dikembangkan layaknya arabika. Paling hanya diambil daya tahan tanamannya dengan cara disilangkan dengan arabika sehingga menghasilkan varietas hibrida.

Oleh karena rasa kopinya yang begitu kuat dan pahit, sangat cocok dijadikan minuman yang bercampur dengan susu. Selain itu, robusta juga merupakan bahan baku yang sering digunakan untuk produksi kopi instan.

 

7. Kandungan Kafein Kopi Robusta Lebih Besar dari Arabika

Rasa pahit yang dihasilkan oleh kopi robusta adalah tanda adanya kandungan kafein yang banyak di dalamnya. Kandungan kafein robusta kira-kira dua kali lebih banyak daripada arabika. Oleh karenanya, pada kopi arabika, tidak akan ditemukan rasa pahit atau getir yang berlebihan layaknya robusta.

8. Sajian Minuman yang Lebih Cocok

Oleh karena rasanya yang pahit, kopi robusta lebih cocok untuk dicampur dengan susu. Contoh minuman yang lebih cocok menggunakan kopi robusta antara lain lattecappuccinomochacinovietnam drip, dan olahan kopi susu lainnya.

Sementara kopi arabika lebih sering dinikmati secara single origin. Terlebih di era Third Wave Coffeedi mana orang-orang mulai ingin tahu informasi yang lebih detail tentang kopinya. Hal ini disebabkan oleh keberagaman varietas arabika dengan karakter rasa yang berbeda-beda di setiap daerah.

9. Tingkat Produksi di Dunia

Dua jenis kopi komersil ini memang populer di dunia. Namun, jika dibandingkan, arabika masih lebih tenar dan digandrungi daripada robusta.

Kira-kira, 70% produksi kopi dunia didominasi oleh jenis arabika. Sementara robusta hanya sekitar 28% saja. Sisanya adalah produksi jenis kopi lainnya seperti liberika, excelsa, dan lain-lain.

Beberapa negara penghasil kopi terbesar yang mayoritas produksinya arabika adalah Brazil, Kolombia, dan Ethiopia. Sedangkan negara penghasil robusta terbesar dan terbaik adalah Vietnam dan Indonesia.

Baca Juga :