PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER

PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER
PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER

PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER

PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER
PENGARUH PELAYANAN OPERATOR SELULER

Kepuasan adalah

perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. Sehingga apabila kinerja berada di bawah harpan, pelanggan tidak puas. Namun jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Dan apabila kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang.

Dan pada umumnya, perusahaan-perusahaan berusaha

untuk memberikan kepuasan tertinggi karena apabila pelanggan kepuasannya hanya pas-pasan saja, akan berpotensi untuk berpindah produsen lain apabila memperoleh tawaran yang lebih menarik.
Salah satu konsep dasar dalam memuaskan pelanggan, minimal mengacu pada :
1. Keistimewaan yang terdiri dari sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan langsung maupun keistimewaan atraktif yang dapat memberikan kepuasan dalam penggunaan produk itu.

2. Kualitas terdiri dari segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau kerusakan. Acuab dari kualitas seperti dijelaskan di atas ,menunjukkan bahwa kualitas selalu berfokus pada kepentingan/kepuasan pelanggan (Customer Focused Quality), sehingga dengan demikian produk-produk didesain, diproduksi, serta pelayanan diberikan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Oleh karena itu, maka kualaitas mengacu pada segala sesuatu yang menentukan kepuasan pelanggan, suatu produk yang dihasilkan baru dapat dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan keinginan pelanggan, dapat dimanfaatkan dengan baik serta diproduksi dengana cara yang baik dan benar.
De Vry (1994) menyebutkan

7 simple strategi for succes yang kemudian dalam perjalanan waktu disebut sebagai service model, yang meliputi :

a) Self-esteem
b) Exceed expectation
c) Recover
d) Vision
e) improve
f) Care
g) Empower

Hal-hal inilah diyakini oleh para provider seluler seperti telkomsel, indosat atau mobile8.

Saat ini hampir semua operator seluler mempromosikan tarif murah dengan kata lain sesama operator seluler di indonesia saat ini sedang perang tarif dengan tujuan menjaga loyalitas pelangganya dan menarik hati masyarakat untuk menjadi pelanggan baru. Dalam melakukannya mereka (operaor selular) melakukan promosi besar-besaran melalui media apapun, yang hamper semua masyarakat Indonesia pasti mengetahuinya. Dengan bahasa iklan yang dikonsep sedemikian rupa, dengan tujuan menarik minat masyarakat agar menggunakan produk mereka ataupun mempertahankan pelanggan yang telah ada.

Tetapi apakah mereka tidak menyadari, bahwasanya apa yang mereka sampaikan melalui iklan mereka tidak sebenarnya menggambarkan produk mereka. Yang berakibat konsumen merasa dirugikan seelah menggunakan produk mereka, karena konsumen tidak merasakan manfaat seperti yang di iklankan. Sebagi contoh, iklan dari sebuah operator seluler, dimana dalam ilakan tersebut disebutkan “menelepon ke operator seluler lainnya hanya Rp 600 sampe puas”. Tetapi kenyataannya setelah mengamati daftar tariff yang ada pada pack kartu perdananya sangat berbeda dengan yang di iklankan (dan banyak contoh lain yang bias kita lihat sendiri).

Promosikan produk dengan cara-cara apapun yang bias menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk, sah-sah saja sebenarnya tetapi hendaknya sesuai dengan apa adanya produk yang dipromosikan. Banyak cara yang dapat mempromosikan produk tanpa bahasa yang berlebihan, lebih mengena, pelanggan loyal dan berbiaya murah, mengapa mesti begitu?

Menurut Daniel lestanto yang dikutip dari artikel yang dia tulis, ada perbedaan segmen pasar yang menjadi target pasar mereka. Logikanya, pengguna kartu lama, terutama para orang bisnis yang sangat mobile pasti akan berfikir 2 kali jika harus berganti-ganti nomor. Akan sangat tidak menguntungkan bagi mereka yang nomor teleponnya sedah tersebar kemana-mana terutama klien, istilahnya order bias hilang hanya karena klien kehilangan kontak.
Fakta kedua, justru orang muda/ABG yang menggunakan ponsel sebagai alat
pergaulan, populasinya lebih banyak dari para bisnisman. Bagi segmen pasar ini,

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/