BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik

BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik
BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik

BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik

BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik
BI Stabilisasi Pasar Keuangan Domestik

BANDUNG-Bank Indonesia memutuskan menaikan BI 7-day reverse repo rate (rrr)

sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, deposit facility 4,75 persen dan lending facility 6,25 persen. Hal itu dilakukan guna mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Ismet Inono mengatakan hanya Kota Depok yang inflasi 0,42 persen sementara wilayah lainnya mengalami deflasi terutama Tasikmalaya mencapai 0,37 persen.

Ismet mengungkapkan berdasarkan laporan BPS Jawa Barat, inflasi di Depok

merupakan efek long time. Pencatatan subkelompok pendidikan yang seharusnya muncul di Juli dan carry over di Agustus menyebabkan inflasi yang cukup tinggi. Sehingga, adanya kerjasama dengan DKI Jakarta agar menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Kita juga mengenjot kampung peduli inflasi dan bersama-sama mendorong optimalisasi sistem resi gudang (srg) termasuk perluasan cakupan integrasi srg dengan pasar lelang komdoditas (pkl),” ujarnya kepada wartawan di Kantor BI Jabar, Jumat (7/9/2018).

Ismet menjelaskan, ‎kondisi Jawa Barat masih terjaga yang tercermin dari peningkatan intermediasi perbankan. Pada awal triwulan III 2018, intermediasi perbankan menunjukan kondisi yang meningkat.

“Kondisi itu didorong peningkatan krdit maupun DPK, dari sistem pembayaran terlihat

transaksi non tunai terutama melalui kliring,” ujarnya.

Sementara pada sisi tunai, Jawa Barat mengalami net inflow sesuai karakteristik.‎ Pada Juli 2018, pertumbuhan kredit lokasi dan proyek capai 10,51 persen (yoy), rasio load to deposit ratio (ldr) bank meningkat 92,75 persen dari akhir triwulan II 2018 sebesar 92,41 persen.

“Risiko menunjukan penurun rasio NPL lokasi proyek 3,37 persen,” tambahnya.

‎Prospek perekonomian diperkirakan meningkat diangka 5,4 persen hingga 5,8 persen (yoy) selama 2018, angka tersebut lebih tingi dibandingkan 2017 yang sebesar 5,29 persen (yoy).

“Inflasi IHK pada keseluruhan 2018 diperkirakan berada pada kisaran sasaran inflasi nasional 3,5 persen kurang lebih 1 persen (yoy) ‎dengan asumsi tidak dapat kenaikan administered prices,” pungkasnya. jo

 

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/