Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset

Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset
Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset

Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset

Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset
Jangan Salahkan Lantai Kalau Anak Kepeleset

Seorang anak, tetap adalah seorang manusia biasa yang pada akhirnya

harus hidup sendiri. Terpisah dengan orang tua, menentukan jalan hidupnya sendiri, atau bersama pasangan hidupnya kelak. Pada akhirnya anak akan punya kehidupan sendiri.

Psikolog Cicilia Evi mengatakan, memberikan bekal hidup seharusnya dilakukan orang tua sejak anaknya masih kecil. Pembentukan kemandirian bisa lewat pemberian konsep benar dan salah yang tepat sejak kecil.

’’Misalnya, saat masih kecil anak bisa jatuh karena terpeleset.

Saat itu, orang tua tidak boleh menyalahkan lantai yang membuat anak terpeleset. Justru orang tua harus memberitahukan pentingnya hati-hati pada si anak,’’ paparnya.

Pun ketika anak memutuskan untuk merantau di usia pendidikannya, orang tua hendaknya melepas pada usia yang tepat. usia yang tepat adalah saat anak masuk SMA atau masuk kuliah. Karena pengaruh lingkungan sangat kuat, orang tua harus berpikir ulang bila melepas anaknya di usia yang masih terlalu dini. Usia terlalu dini untuk LDR dengan orang tua adalah saat anak masuk TK, SD, hingga SMP.

’’Pola komunikasi yang lama bisa diterapkan saat berjauhan

. Bila kultur keluarga terbiasa saling mengabari setiap hari, orang tua bisa mencobanya, bisa jadi anak tetap membutuhkan pola tersebut disela kesibukannya,’’ ungkapnya.

Namun, jangan karena tinggal berjauhan, malah membuat orang tua permisif dan memfasilitasi semua kebutuhan anak. Berikan apa yang seharusnya diberikan. Bila terlalu memanjakan, meski berjauhan tapi kemandirian anak bisa malah semakin luntur.

Nah, untuk menghindari culture shock, orang tua dan anak bisa mempelajari kota atau negara yang dituju anak. Dalam masa-masa ini, peran orang tua sangat penting untuk mendongkrak kepercayaan-diri anak bahwa mereka akan mampu melewati masa adaptasi. (*)

 

Sumber :

https://www.business-advice-guide.com/search-the-best-school-for-your-kids/