Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi

Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi
Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi

Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi

Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi
Strategi Pembelajaran Dengan Metode Simulasi

Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya

berpura-pura atau ber­buat seakan-akan. Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk me­mahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.[9] Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pem­belajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. Gladi resik merupakan salah satu contoh simulasi, yakni memperagakan proses ter­jadinya suatu upacara tertentu sebagai latihan untuk upacara sebenarnya su­paya tidak gagal dalam waktunya nanti. Demikian juga untuk mengembang­kan pemahaman dan penghayatan terhadap suatu peristiwa, penggunaan simu­lasi akan sangat bermanfaat.

Metode simulasi bertujuan untuk: (1) melatih keterampilan tertentu baik bersifat profesional maupun bagi kehidupan sehari-hari, (2) memperoleh pe­mahaman tentang suatu konsep atau prinsip, (3) melatih memecahkan masa­lah, (4) meningkatkan keaktifan belajar, (5) memberikan motivasi belajar ke­pada siswa, (6) melatih siswa untuk mengadakan kerjasama dalam situasi ke­lompok, (7) menumbuhkan daya kreatif siswa, dan (8) melatih siswa untuk mengembangkan sikap toleransi.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Simulasi

Terdapat beberapa kelebihan dengan menggunakan simulasi sebagai metode mengajar, di antaranya adalah:

  1. Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi si-tuasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja.
  2. Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui simula­si siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan to­pik yang disimulasikan.
  3. Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
  4. Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan da­lam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.
  5. Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.

Di samping memiliki kelebihan, simulasi juga mempunyai kelemahan, diantaranya:

  1. Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
  2. Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hi­buran, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
  3. Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.

Baca Juga :