Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian

Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian
Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian

Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian

Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian
Latih Mahasiswa, HA IPB Petakan Implementasi Program Prioritas Pertanian

Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) melatih puluhan mahasiswa pertanian se-Indonesia

untuk melakukan pemetaan dan profiling implementasi progra prioritas strategis Kementerian Pertanian.

“Pemetaan dan profiling program prioritas pertanian ini sangat penting sekali karena kita ingin ada kesinambungan visi pembangunan pertanian serta implementasinya terukur dan terarah,” kata Ketua HA IPB Fathan Kamil dalam pembukaan trainning of mapping (TOM) dalam rangka Pertemuan Konsolidasi Nasional Mahasiswa Pertanian Indonesia di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11).

Menurut dia, kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa pertanian di se-Indonesia merupakan kerja sama HA IPB

dan Kementerian Pertanian (Kemtan). Kolaborasi ini, kata dia, terbentuk dari pemikiran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengharapkan kontribusi dunia kampus dalam mengevaluasi program pembangunan pertanian.

Untuk itu, katanya, keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat melihat lebih nyata di lapangan. Demikian juga keterkaitan implementasi program-program prioritas pertanian yang telah dijalankan dengan implikasi dan sasaran pada kesejahteraan petani.

“Mahasiswa dengan intelektualitasnya, kejeliannya dalam menganalisis diharapkan mampu menterjemahkan

kondisi riil di lapangan,” kata Fathan.

Sekretaris Jenderal DPP HA IPB Walneg S Jas menjelaskan, kegiatan TOM ini diikuti 35 mahasiswa perwakilan mahasiswa pertanian dari tujuh kluster atau regional yang berbeda, antara lain, kluster Jabodetabek dan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera bagian Selatan, Sumatera bagian Utara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dikatakan, pemetaan untuk mengetahui potensi pertanian di area pemetaan serta menggali langsung harapan para petani untuk pembangunan dan kemajuan pertanian di daerahnya.
“Nanti laporan hasil pemetaan akan disampaikan kepada Menteri Pertanian secara objektif, dan menteri siap untuk mendengarkannya,” kata Walneg.

Sementara itu, Kepala bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pusdiklat Pertanian-Kemtan, Inneke Kusuwati menambahkan, ada banyak program-program prioritas pertanian dari Kementerian Pertanian, diantaranya upaya khusus padi jagung kedelai (Upsus Pajale), upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab), distribusi alat dan mesin pertanian.
“Kegiatan pemataan ini sangat strategis

 

Baca Juga :