Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google

Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google
Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google

Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google

Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google
Dituding Tak Aman, Microsoft Serang Balik Google

Microsoft sepertinya tidak senang dengan tindakan Google yang konon melarang karyawannya untuk menggunakan sistem operasi Windows karena alasan keamanan. Hal itu bisa dilihat dari respons yang Microsoft tunjukkan.

Brandon LeBlanc, Windows Communications Manager Microsoft dalam blognya menyatakan, Microsoft setiap saat selalu meningkatkan sistem keamanannya, termasuk belajar dari kejadian pembobolan yang terjadi.

“Keamanan kami lebih baik dari apa yang Anda pikirkan. Dan apa yang mereka (entah itu Google atau hacker-red.) lakukan juga tak lebih hebat bila Anda melihatnya lebih dekat,” serunya.

“Bahkan para hacker mengakui bahwa sekarang produk kami lebih aman. Bukan hacker saja, masyarakat dan para pemimpin industri seperti Cisco selalu mengatakan pada kami untuk tetap fokus pada apa yang kami lakukan,” tambah LeBlanc.

Ia juga menuduh Google tak berkaca atas tuduhan keamanan yang dilayangkannya. Ia bercerita bagaimana Universitas Yale, AS pernah menunda untuk beralih ke Google Gmail karena alasan yang sama. “Ada beberapa ironi yang sulit diabaikan,” tukasnya.

LeBlanc menambahkan bahwa Apple juga perlu waspada. Tingginya tingkat permintaan produk Apple bisa jadi sasaran empuk para hacker untuk membobol keamanannya. Ia sendiri menduga aksi Google hanyalah strategi untuk mempromosikan sistem operasi anyarnya, Chrome dengan memojokkan Windows.

LeBlanc membela bahwa tak ada sistem operasi yang benar-benar aman, justru dengan kejadian itu Microsoft bisa belajar untuk lebih meningkatkan keamanannya, demikian dikutip detikINET dari PC World, Rabu (2/6/2010).

Entah apa lagi reaksi Google setelah mendengar balasan dari Microsoft ini. Yang pasti, raksasa internet itu sudah memutuskan untuk melarang pegawainya menggunakan windows dan mengalihkannya ke OSX Apple, Linux maupun Chrome, sistem operasi milik Google sendiri.

Sumber : https://freemattandgrace.com/