Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang

Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang
Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang

Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang

Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang
Teknologi AI Facebook Klaim Bisa Identifikasi 96,8 Persen Konten Terlarang

Facebook menyebut teknologi kecerdasan buatan, atau artificial intelligence

(AI) mampu membantu mengurangi unggahan perundungan dan pelecehan, anak, propaganda teroris global, kekerasan dan konten dengan gambar menakutkan.

AI disebut sebagai sumber utama dalam pelaporan terkait kategori tersebut. Secara konkrit, Facebook menonaktifkan sebanyak 1,2 miliar akun pada Q4 2018, dan 2,19 juta pada Q1 2019.

Dalam enam dari sembilan area yang dilacak pada laporan ini, Facebook

menyebut perusahaannya secara proaktif mendeteksi sebanyak 96,8 persen konten terkait.

Hal ini tertuang dalam Community Standards Enforcement Report terbaru, dengan versi pertama dirilis pada bulan Mei tahun 2018 lalu.

Seperti ditulis dalam blog Facebook,
konten terlarang yang disebutkan di atas masuk ke Facebook dan volume konten ini berhasil dihapus.

Facebook juga menyebut telah mengambil tindakan untuk 96,8 persen konten

tersebut sebelum pengguna menemukannya. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan konten yang dideteksi dan ditangani pada Q4 2018, yaitu sebesar 96,2 persen.

Untuk ujaran kebencian, Facebook telah mengidentifikasi 65 persen dari lebih dari empat juta unggahan ujaran kebencian, dan menghapusnya dari platform miliknya setiap kuartal. Jumlah tersebut meningkat 24 persen jika dibandingkan tahun lalu, dan 59 persen dari Q4 2018.

Facebook juga menggunakan teknologi AI untuk memilah unggahan, iklan pribadi, gambar dan video yang melanggar peraturan dan kebijakannya.

Pada Q1 2019, Facebook menyebut telah menindak sekitar 900 ribu konten penjualan obat terlarang, dan 83,3 persen konten tersebut dideteksi oleh model AI karyanya.

Pada periode yang sama, Facebook menyebut meninjau sekitar 670 ribu konten penjualan senjata api, dengan 69,9 persen konten terdeteksi sebelum moderator konten atau pengguna menemukannya.

 

Sumber :

https://solidaritymagazine.org/days-bygone-apk/