PASAR FAKTOR PRODUKSI

PASAR FAKTOR PRODUKSI
PASAR FAKTOR PRODUKSI

Table of Contents

PASAR FAKTOR PRODUKSI

PASAR FAKTOR PRODUKSI
PASAR FAKTOR PRODUKSI

Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini, diharapkan siswa dapat:
1. menjelaskan pengertian Pasar Faktor Produksi;
2. menjelaskan pasar faktor produksi tanah/SDA, tenaga kerja, modal dan
kewirausahaan; dan
3. menjelaskan teori-teori yang berhubungan dengan sewa, upah, bunga dan
keuntungan.

Apakah Anda sudah siap untuk mempelajari kegiatan belajar kedua? Baiklah,
kegiatan belajar kedua ini akan membahas mengenai Pasar Faktor Produksi.

1. Pengertian Pasar Faktor Produksi
Seperti kita ketahui bahwa untuk dapat melakukan kegiatan produksi, diperlukan faktor-
faktor produksi, karena faktor produksi tidak dimiliki oleh rumah tangga perusahaan,
berarti untuk penyediaan faktor produksi harus melalui jual-beli faktor produksi. Dari
kebutuhan tersebut terbentuklah pasar faktor produksi.

Pasar faktor produksi dalam Ilmu Ekonomi diartikan keseluruhan penawaran dan
permintaan faktor-faktor produksi yang terdapat dalam suatu daerah/wilayah tertentu.

Anda masih ingat dengan pengertian pasar secara umum? Dalam pasar faktor produksi
ada beberapa hal yang membedakan dengan pasar barang. Perbedaan tersebut di
antaranya:
a. Pihak yang melakukan penawaran adalah pihak rumah tangga konsumen.
b. Pihak yang melakukan permintaan adalah pihak rumah tangga produsen.
c. Bagi rumah tangga konsumen (pemilik faktor produksi), harga faktor produksi adalah
merupakan pendapatan yang disebut dengan istilah sewa, upah, bunga dan
keuntungan.
d. Bagi rumah tangga produsen pengeluaran untuk mendapatkan faktor produksi disebut
biaya.
e. Barang atau komoditi yang duperjualbelikan adalah faktor produksi. Jadi dengan
demikian pasar ini memiliki ciri yang berbeda dengan pasar barang secara umum.

Sampai di sini apakah Anda masih memiliki pengertian yang sulit untuk Anda pahami?
Cobalah Anda baca kembali materi tadi dengan teliti dan sungguh-sungguh.

2. Jenis-jenis Pasar Faktor Produksi
Pasar faktor produksi yang akan diuraikan di bawah ini meliputi:

a. Pasar Faktor Produksi Tanah
Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan yang penting,
karena tanah merupakan asal dan tempat sumber daya alam yang lain. Oleh sebab
itu dalam pembahasan pasar faktor produksi, sumber daya alam lebih ditekankan
pada istilah pasar faktor produksi tanah.

Sehubungan dengan semakin meningkatnya kegiatan produksi tentunya akan
mengakibatkan kebutuhan akan tanah semakin meningkat. Sementara di sisi yang
lain jumlah tanah yang tersedia jumlahnya tidak dapat dirubah, karena keadaan seperti
itu maka penawarannya tidak elastis sempurna; artinya apabila harga tanah naik
sebesar 100% maka jumlah penawaran tidak akan berubah karena jumlah tanah
relatif tetap.

Sebagai akibat dari penawaran tanah yang memiliki keadaan seperti itu, maka untuk
tanah dalam transaksinya lebih dominan permintaannya.

Balas jasa atau pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi tanah disebut
sewa tanah. Pengertian sewa ini berbeda dengan pengertian sewa secara umum.

Tentu Anda bertanya mengapa pemakaian faktor produksi tanah mengakibatkan
sewa? Untuk menjelaskan hal tersebut kita akan menyimak dari beberapa teori yang
berkenaan dengan sewa tanah.

1) Teori sewa tanah Kaum Physiokrat
Menurut kaum Physiokrat adanya sewa tanah disebabkan kesuburan tanah yang
asli, karena dengan kesuburan tanah yang asli itu dapat menghasilkan product
net (hasil bersih).
Sebagian dari product net itu diberikan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah.

2) Teori sewa tanah dari David Ricardo
David Ricardo mengatakan sewa tanah disebabkan terbatasnya tanah yang subur,
sehingga karena perbedaan kesuburan menyebabkan adanya sewa tanah.

Tanah yang subur akan mengurangi biaya pengolahan tanah sehingga
berpengaruh terhadap perolehan keuntungan. Sebagian dari perbedaan
keuntungan itu diberikan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah. Jadi sewa
tanah itu merupakan sewa yang differensiil; artinya sewa yang disebabkan oleh
perbedaan kesuburan dan letak tanah yang dipakai untuk produksi.

3) Teori sewa tanah dari Von Thunen
Von Thunen hanya menambah kekurangan teori sewa tanah David Ricardo yaitu
mengenai jarak tanah dari pasar. Apakah tanah subur yang jaraknya dekat dengan
pasar dan yang jauh dari pasar akan sama sewanya? Hal ini setelah dikaji ternyata
beda karena semakin jauh dari pasar semakin mahal biaya transportasinya.

Bagaimana? Apakah Anda telah memahami tentang permasalahan sewa tanah
berdasarkan teori tersebut di atas!

Ada beberapa hal yang mempengaruhi sewa tanah:
1) Kualitas tanah yang disebabkan oleh kesuburan tanah, pengairan, adanya fasilitas
listrik, jalan dan sarana lainnya.
2) Letaknya strategis untuk perusahaan/industri.
3) Banyaknya permintaan tanah yang ditujukan untuk pabrik, bangunan rumah,
perkebunan.

b. Pasar Faktor Produksi Sumber Daya Manusia
Faktor produksi sumber daya manusia tentunya memiliki karakteristik yang berbeda
dengan faktor produksi lainnya. Tenaga kerja yang dihasilkan oleh sumber daya
manusia merupakan faktor produksi primer. Di antara sifat khusus dari faktor produksi
ini adalah karena faktor produksi ini terikat pada manusia.

Pengertian pasar faktor produksi sumber daya manusia/tenaga kerja adalah jumlah
permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja yang diperlukan untuk kepentingan
kegiatan produksi.

Dengan demikian dalam pasar tenaga kerja tergantung dari luas dan sempitnya
kegiatan produksi. Sehingga pemakaian faktor produksi tenaga kerja akan ditentukan
oleh tuntutan dunia usaha atau lapangan produksi. Menyangkut masalah kualifikasi
ketenagakerjaan dapat dilihat dari beberapa segi di antaranya:

1) Tenaga Kerja menurut Jenis Kelamin
Terbagai atas tenaga kerja wanita dan tenaga kerja pria. Pengelompokan tenaga
kerja berdasarkan jenis kelamin ini pada dasarnya agar kualitas produksi bisa
terjamin karena adanya kesesuaian antara tenaga dengan jenis pekerjaannya.

2) Tenaga Kerja menurut Kualitasnya
Yang terbagi atas:
a) Tenaga kerja terdidik/ahli yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian yang
diperoleh dari jenjang pendidikan formal seperti dokter, notaris, arsitektur
dan sebagainya.
b) Tenaga kerja terampil/terlatih yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan
yang diperoleh dari pengalaman atau kursus-kursus seperti monitor, tukang
las.
c) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil yaitu tenaga kerja yang tidak
memiliki kemampuan tertentu. Tenaga kerja tersebut hanya mengandalkan
kemampuan kekuatan fisik seperti Kuli Panggul, Tukang Gali, Tukang Becak.

3) Berdasarkan Lapangan Pekerjaan
a) Tenaga kerja profesional adalah tenaga kerja yang umumnya mempunyai
pendidikan tinggi yang menguasai suatu bidang Ilmu Pengetahuan Khusus,
seperti arsitektur, dokter.
b) Tenaga kerja terampil (terlatih) tenaga yang memiliki keterampilan khusus
dalam bidang tertentu yang diperoleh dari pendidikan seperti pendidikan
menengah plus sampai setara Diploma 3, seperti tenaga pembukuan.
c) Tenaga kerja biasa adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan keterampilan
khusus dalam melaksanakan pekerjaannya, seperti tukang gali sumur.

Dari pengklasifikasian tersebut di atas coba Anda buat suatu perhitungan di tempat
tinggal Anda, mana tenaga kerja yang paling banyak.

Setelah Anda memahami tentang klasifikasi tenaga kerja, selanjutnya kita akan
membahas mengenai upah tenaga kerja dan teori-teori upah tenaga kerja.

1) Upah Tenaga Kerja
Pemberian upah kepada tenaga kerja dalam suatu kegiatan produksi pada
dasarnya merupakan imbalan/balas jasa dari para produsen kepada tenaga kerja
atas prestasinya yang telah disumbangkan dalam kegiatan produksi. Upah tenaga
kerja yang diberikan tergantung pada:
a) Biaya keperluan hidup minimum pekerja dan keluarganya.
b) Peraturan undang-undang yang mengikat tentang upah minimum pekerja
(UMR).
c) Produktivitas marginal tenaga kerja.
d) Tekanan yang dapat diberikan oleh serikat buruh dan serikat pengusaha.
e) Perbedaan jenis pekerjaan.

Upah yang diberikan oleh para pengusaha secara teoritis dianggap sebagai harga
dari tenaga yang dikorbankan pekerja untuk kepentingan produksi. Sehubungan
dengan hal itu maka upah yang diterima pekerja dapat dibedakan dua macam
yaitu:
a) Upah Nominal, yaitu sejumlah upah yang dinyatakan dalam bentuk uang
yang diterima secara rutin oleh para pekerja.
b) Upah Riil, adalah kemampuan upah nominal yang diterima oleh para pekerja
jika ditukarkan dengan barang dan jasa, yang diukur berdasarkan banyaknya
barang dan jasa yang bisa didapatkan dari pertukaran tersebut.

2) Teori Upah Tenaga Kerja
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dalam hal upah dan pembentukan
harga uapah tenaga kerja, berikut akan dikemukakan beberapa teori yang
menerangkan tentang latar belakang terbentuknya harga upah tenaga kerja.
a) Teori Upah Wajar (alami) dari David Ricardo
Teori ini menerangkan:
– Upah menurut kodrat adalah upah yang cukup untuk pemeliharaan hidup
pekerja dengan keluarganya.
– Di pasar akan terdapat upah menurut harga pasar adalah upah yang
terjadi di pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Upah
harga pasar akan berubah di sekitar upah menurut kodrat.
Oleh ahli-ahli ekonomi modern, upah kodrat dijadikan batas minimum dari
upah kerja.

b) Teori Upah Besi
Teori upah ini dikemukakan oleh Ferdinand Lassalle. Penerapan sistem upah
kodrat menimbulkan tekanan terhadap kaum buruh, karena kita ketahui posisi
kaum buruh dalam posisi yang sulit untuk menembus kebijakan upah yang
telah ditetapkan oleh para produsen. Berhubungan dengan kondisi tersebut
maka teori ini dikenal dengan istilah “Teori Upah Besi”. Untuk itulah Lassalle
menganjurkan untuk menghadapi kebijakan para produsen terhadap upah
agar dibentuk serikat pekerja.

c) Teori Dana Upah
Teori upah ini dikemukakan oleh John Stuart Mill. Menurut teori ini tinggi
upah tergantung kepada permintaan dan penawaran tenaga kerja. Sedangkan

penawaran tenaga kerja tergantung pada jumlah dana upah yaitu jumlah
modal yang disediakan perusahaan untuk pembayaran upah.

Peningkatan jumlah penduduk akan mendorong tingkat upah yang cenderung
turun, karena tidak sebanding antara jumlah tenaga kerja dengan penawaran
tenaga kerja.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/