PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR

PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR
PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR

PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR

PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR
PEMAKNAAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM PROSES BELAJAR

Dangerous Minds merupakan film yang dikembangkan berdasarkan alur cerita dalam buku “My Posse Don’t Do Homework“ karya LouAnne Johnson. Film ini bercerita tentang LouAnne Johnson (diperankan Michelle Pfeiffer), seorang mantan marinir yang menjadi guru Bahasa Inggris. Mengikuti mimpinya untuk terus mengajar, LouAnne terdampar di Parkmont High School, menjadi pengajar sekelompok anak muda cerdas, dengan sedikit atau tanpa pendidikan, yang cenderung menerima kegagalan sebagai warna hidupnya. LouAnne memilih untuk meraih kepercayaan dan membuat perubahan pada hidup mereka, dan mendorong dirinya sendiri serta anak-anak muda tersebut sampai ambang batas, dan belajar dengan hard lessons.

A. RINGKASAN CERITA

Cerita bermula dari diterimanya LuoAnne Johnson sebagai guru akademik yang bekerja penuh, di Parkmont High School. LouAnne, yang memiliki gelar B.A. dalam bidang sastra Inggris dan pengalaman sebagai humas, telemarketer, serta marinir, sebenarnya belum memiliki sertifikat mengajar. Dia berhenti dari praktek mengajar satu semester sebelum lulus, karena mengalami kegagalan rumah tangga dan bercerai dengan suaminya. Sehingga dia menerima dengan senang hati ketika Carla Nicholas, sang Wakil Kepala Sekolah menawarkan kepadanya posisi guru akademik kelas khusus, dengan gaji 24.700 dolar per tahun. LouAnne juga tidak berusaha mendengarkan Griffith, rekan kerjanya, yang mencoba memperingatkan tentang bagaimana anak-anak yang akan dihadapinya di kelas khusus.

Hari pertama mengajar LouAnne benar-benar tidak diacuhkan oleh anak-anak di kelas khusus. Anak-anak yang berasal dari ras yang beragam tersebut, masih tetap bernyayi, bercakap-cakap dan sibuk dengan urusan masing-masing. Ketika berusaha meminta perhatian, tetap saja dia diabaikan. Bahkan LouAnne harus menerima pelecehan dari Emilio Ramirez, murid yang paling berpengaruh di kelas tersebut, ketika berusaha bertanya tentang kenapa guru sebelumnya berhenti mengajar. Dan hari pertama berakhir dengan kemarahan dan rasa malu yang harus dibawa ketika LouAnne memutuskan untuk meninggalkan kelas.

Setelah semalaman membaca buku tentang mengajar dan mendapat masukan dari temannya untuk menarik perhatian murid-muridnya terlebih dahulu, LouAnne memutuskan untuk mengajari karate pada awal pertemuannya, dan memperkenalkan diri sebagai mantan marinir. Ketika dua orang muridnya Raul dan Durrel merespon ajarannya dan melakukan dengan baik, LouAnne memberikan nilai A untuk semua murid, dan harus di pertahankan sampai akhir tahun agar bisa lulus dari SMA.

Perhatian dan antusiasme ini yang kemudian digunakannya untuk mengajarkan jenis kata, konjugasi kata, makna kata dan makna kalimat. Topik yang dipilihpun berdekatan dengan apa yang sehari-hari harus dihadapi oleh murid-murid dengan lingkungan yang kental dengan kekerasan. seperti memilih, kematian, mengendalikan hidup dan memilih dalam menghadapi hidup dan kematian. Murid-muridnya mulai tertarik, Callie, Raul, Durrel, ternyata cukup cerdas menanggapi pelajaran yang diberikan. Keberhasilan pertama LouAnne diiringi peringatan keras dari kepala sekolah karena mengajarkan karate pada muridnya, walaupun dengan alasan untuk menarik perhatian sekalipun. LuoAnne harus mengikuti kurikulum.

LouAnne meneruskan usahanya mengajarkan tentang kata dan penggunaannya dengan memberikan coklat dan makanan kecil bagi mereka yang dapat menjawab atau menjelaskan dengan benar. Motivasi yang semakin terbentuk kemudian diperkuat dengan tantangan untuk memahami puisi. Bila mereka mampu membaca puisi, maka mereka dapat membaca apa saja. LouAnne memberi tugas untuk membaca dan memahami satu puisi dengan janji, bila mereka berhasil mereka semua akan di bawa ke arena bermain, dengan roller coaster dan permainan lainnya. Mereka tidak harus membayar sepeserpun karena didanai oleh Dewan Pendidikan (padahal semua dana berasal dari uangnya pribadi). Sekali lagi, LouAnne mendapat tantangan dari Emilio yang menganggap semuanya omong kosong, tantangan untuk menundukkan murid paling berpengaruh di kelasnya.

LouAnne memberikan puisi-puisi Bob Dylan yang berisi kehidupan jalanan dengan para pengedar narkotika dan kekerasan, serta kemampuan untuk memilih dalam memaknai hidup. LouAnne ingin mengajari mereka tentang makna hidup dengan menyentuh langsung kehidupan mereka. LouAnne sendiri sebenarnya sedang mencari makna hidupnya, trauma akan penyiksaaan suami, perceraian dan aborsi yang terpaksa harus dilakukan, membuat dia masih menutup diri untuk hubungan pribadi. Dan hal semangat murid-muridnya sebenarnya semangat juga bagi dirinya.

Masalah bertambah ketika Raul dan Gusmaro yang bertubuh kecil, berkelahi dengan Emilio yang bertubuh tinggi, besar dan kekar. LouAnne berusaha memisahkan mereka, tapi melakukan satu kesalahat fatal, mengatakan bahwa Emilio jauh lebih kuat dari Raul dan Gusmaro, dan tak pantas berkelahi dengan mereka. Perkelahian tetap terjadi, Raul dan Gusmaro yang mengeroyok Emilio diskors tiga hari, sedang Emilio mendapatkan peringatan keras.

LouAnne ingin membantu Emilio yang penuh kebencian, namun dia menolak bantuan tersebut. Hari itu juga LouAnne melakukan kunjungan ke rumah Raul. LouAnne menjelaskan pada orang tua Raul yang marah dan ingin memberikan hukuman tambahan pada anak tersebut, bahwa Raul tidak bersalah. Bukan dia yang memulai perkelahian. Bahkan Raul dikatakan sebagai salah satu murid favoritnya yang cerdas, lucu dan pandai bicara. Pernyataan yang mampu membuat Raul dan orang tuanya bangga dan terharu. LuoAnne melakukan kunjungan yang sama pada dua murid yang lain. Kunjungan yang akhirnya mendapatkan penghargaan yang baik, bahkan oleh Emilio. Sehingga dia mendapatkan dukungan dari Emilo ketika anak-anak lain dikelas menuduh mengadukan perkelahian tersebut. Bahkan Emilio mau bergabung dalam diskusi kelas, hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Berkali-kali LouAnne mengatakan bahwa anak-anak tersebut bukanlah korban, memilik hak untuk memilih dan mengatur apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Dan dia menyampaikannya selalu melalui media pembahasan makna puisi.

Setelah memenuhi janjinya mengajak anak-anak tersebut ke taman bermain, dan kembali mendapat teguran keras karenanya, LouAnne mengadakan Dylan-Dylan Contest, dengan hadiah makan malam dengannya di sebuah restoran mahal terkemuka. Kontes tersebut merupakan kontes mencari persamaan satu puisi karya Bob Dylan tentang kematian, dengan satu puisi Dylan Thomas. Kontes tersebut dimenangkan oleh Raul, Durrel dan Callie, namun semuanya mendapat hadiah untuk usaha yang telah dilakukan. Sayangnya, hanya Raul yang bisa pergi makan malam, karena kedua murid yang lain harus bekerja pada malam hari.

Masalah muncul lagi ketika Raul memutuskan untuk berhutang jas seharga 200 dollar kepada renternir untuk makan malam tersebut, dan harus mengembalikannya dalam beberapa hari. Raul berniat membolos untuk mencari uang, atau dia akan dibunuh. LouAnne, sekali lagi, menjadi dewa penolong dengan meminjami Raul uang yang dibutuhkan. Syaratnya, Raul harus bisa lulus dari sekolah, sebagai bayaran hutang, dan LouAnne menekankan bahwa Raul adalah orang yang bertanggung jawab terhadap janjinya.

LuoAnne juga menghadapi masalah ketika akhirnya tahu bahwa Callie, muridnya terpandai telah hamil dan memutuskan untuk keluar dari Parkmont, dan masuk ke Clearview, sekolah yang juga mengajarkan cara merawat bayi dan menjadi ibu muda yang baik. Walaupun akhirnya LouAnne tahu bahwa di sekolah tersebut sebenarnya tidak pernah ada larangan bagi siswi untuk hamil, seperti yang disangka oleh Callie, namun dia tak mampu mengubah keputusan Callie. Keputusan Callie didukung oleh ibunya, yang menganggap LouAnne sebagai wanita yang tidak suka laki-laki dan tidak suka pernikahan.

Sumber : https://cialis.id/